Kodak Super 8 Film Camera

Kodak Super 8 Film Camera

Jasa Foto Wedding Jakarta – Kodak kembali memperkenalkan jajaran produk terbarunya di gelaran akbar Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, Amerika Serikat, pada 5 Januari 2016 waktu setempat. Adapun yang dirilis Kodak kali ini, adalah penerus Super 8 Film Camera yang cukup melegenda, di kalangan filmmaker, baik kalangan profesional, maupun yang amatiran. Diperkenalkannya Kodak Super 8 Film Camera, merupakan sebuah bentuk penghargaan dalam memperingati 50 tahun manufaktur Super 8 tersebut.

Kamera film dengan desain vintage ini, ditujukan bagi para filmmaker generasi baru yang akan beranjak ke dunia videografi dan sinematografi profesional, serta ditujukan juga bagi pembuat film indie, dan orang-orang yang menghargai cita rasa seni yang tinggi di bidang visual motion. Super 8 Film Camera terbarunya ini diperkenalkan sebagai Super 8 Revival Initiative, yang merupakan kamera film delapan milimeter yang menggabungkan fitur dari aslinya Super 8 dengan beberapa fungsi digital, seperti viewfinder digital. Dengan kehadirannya setelah lebih dari 30 tahun tersebut, Kodak seraya menunjukkan tekadnya untuk memastikan kembali kedunia videografi dan sinematografi digital, untuk memainkan peran penting dalam masa depan pembuat film, baik profesional dan amatir.

Yuneec Typhoon H Drone dengan Teknologi Intel

Pada tahun 2015 yang lalu, Intel memperkenalkan sebuah teknologi yang membuat sebuah Drone mengerti tentang lingkungan sekitarnya. Hal tersebut menandakan bahwa saat Drone mendekati sebuah obyek, makan yang terjadi, drone tersebut akan langsung menghindar agar tidak terbentur dan menabrak obyek tersebut. Kali ini, untuk pertama kalinya di ajang pameran CES 2016, Intel memperkenalkan lanjutan dari teknologi tersebut.

Intel bekerjasama dengan Yuneec untuk mengeluarkan Typhoon H, sebuah drone yang dibekali dengan sebuah kamera 4K dan diyakini dapat mengambil gambar hingga sudut 360 derajat. Drone ini, juga dibekali dengan penggunaan teknologi Real Sense yang memungkinkan pengguna untuk bisa melihat gambarnya, meskipun pada pengendali jarak yang jauh.

Teknologi CPU Intel juga digunakan pada drone ini, kepintarannya semakin membantu sistem dalam menangani sensor yang membuat drone tidak menabrak dapat bekerja dengan baik. Di ajang CES 2016 ini juga, Bryan Krzanich, yang bertindak sebagai CEO Intel, menjelaskan bahwa drone pintar ini juga dapat menghindari sebuah pohon yang secara tiba-tiba terjatuh. Bahkan, Drone memiliki kemampuan untuk berhenti dan memutar mencari jalan lain. Produk ini sendiri akan tersedia pada paruh pertama tahun 2016.