Mie Golosor Makanan Favorit Warga Bogor Saat Berbuka Puasa

Ya Mie Golosor sepertinya sudah menjadi menu wajib yang hadir setiap bulan puasa di Kota Bogor.

Makanan yang terbuat dari mie aci dicampur dengan bumbu kacang itu menjadi makanan favorit warga kota hujan. Cobalah Tanya kepada setiap penjual makanan takjil ketika Anda berwisata di Bogor pasti menemukan makanan yang satu ini.

Jadi jangan lewatkan makanan yang satu itu ketika sedang berwisata ke Bogor.

Mengapa namanya Mie Golosor? Mungkin karena mie nya yang terbuat dari aci itu licin, jadi langsung nge-golosor aja dari mulut masuk ke perut. Mie Golosor kurang afdol dimakan tanpa bumbu kacang yang cukup pedas.

Rasa pedas ini bisa menghangatkan suasana mulut yang terasa pahit karena sepanjang hari menjalankan puasa. Namun jangan terlalu banyak menyantap makanan ini, takutnya jadi sakit perut dan tidak bisa sholat tarawih.

Mie Golosor siap santap

Mie Golosor dapat dibeli di tempat-tempat orang yang berjualan menjelang buka puasa, biasanya mereka sudah menjajakan dagangannya sejak jam 4 sore.

Jadi setelah waktu ashar banyak yang ngabuburit sambil mencari makanan takjil pembuka puasa.

Harganya cukup murah, berkisar antara Rp3.000,- sampai Rp8.000,- itu sudah termasuk bumbu kacangnya yang disiapkan secara terpisah.

Mie Golosor yang dijual di lapak dadakan saat ramadhan

Namun jika ingin membuat sendiri caranya pun mudah dan bahan-bahannya juga mudah didapat.

Untuk porsi satu keluarga siapkan saja mie glosor sebanyak 250 gram, 8 butir bawang merah, 6 siung bawang putih, 2 butir kemiri sangray.

Kemudian tambahkan kol, sawi hijau, garam, merica dan minyak goreng secukupnya. Siapkan juga bahan-bahan untuk bumbu kacangnya.

Bahan-bahan dasar untuk membuat Mie Golosor

Pertama rendam mie golosor dalam air hangat selama 1 menit. Kemudian haluskan bumbu-bumbu dan potong sayuran. Kemudian tumis bumbu yang sudah dihaluskan, jika sudah matang masukkan sayuran.

Setelah itu masukkan mie golosor, tambahkan garam secukupnya dan aduk hingga rata. Jangan terlalu lama karena nanti takut terlalu lembek.

Setelah itu selesai dan siap disajikan dengan sambal kacang. Setelah itu tinggal nunggu adzan maghrib baru boleh menyantapnya 😀
Selamat mencoba!

Sumber: Hellosemarang